{"id":28,"date":"2026-08-07T09:00:00","date_gmt":"2026-08-07T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/?p=28"},"modified":"2026-08-15T10:42:08","modified_gmt":"2026-08-15T03:42:08","slug":"konsep-asuransi-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/konsep-asuransi-dalam-islam\/","title":{"rendered":"Konsep Asuransi dalam Islam: Dari Aqilah Sampai Tabarru&#8217;"},"content":{"rendered":"<p>Bagi keluarga Muslim, memilih proteksi bukan cuma soal angka dan manfaat. Ada pertanyaan yang lebih dulu perlu dijawab: apakah ini sesuai dengan prinsip agama?<\/p>\n<p>Pertanyaan itu wajar, dan sayangnya sering dijawab terlalu cepat, entah dengan &#8220;halal kok&#8221; tanpa penjelasan, atau dengan &#8220;haram&#8221; tanpa membedakan jenisnya. Padahal jawabannya butuh pemahaman soal bagaimana akadnya disusun.<\/p>\n<p>Mari kita bahas dari awal.<\/p>\n<h2>Konsepnya sudah ada sejak zaman Rasulullah<\/h2>\n<p>Gagasan berbagi risiko dalam Islam bukan hal baru. Sejak zaman Rasulullah sudah ada praktik yang disebut <strong>aqilah<\/strong>.<\/p>\n<p>Aqilah adalah dana bersama para pedagang kafilah. Kalau salah satu anggota rombongan mengalami musibah dalam perjalanan (dirampok, barangnya hilang, atau terluka), seluruh anggota lain patungan untuk membantu meringankan bebannya.<\/p>\n<p>Tidak ada yang berjudi di sini. Tidak ada yang mencari untung dari musibah orang lain. Yang ada adalah kesepakatan bahwa risiko perjalanan ditanggung bersama, karena semua orang menghadapi kemungkinan yang sama.<\/p>\n<p>Prinsip ini kemudian dikenal sebagai <strong>ta&#8217;awun<\/strong>, yaitu tolong-menolong dalam kebaikan. Inilah nilai yang mendasari konsep asuransi syariah modern.<\/p>\n<blockquote><p>Asuransi syariah pada dasarnya adalah gotong royong, dengan akad dan aturan yang jelas.<\/p><\/blockquote>\n<h2>Landasan hukumnya di Indonesia<\/h2>\n<p>Di Indonesia, praktik asuransi syariah dikuatkan oleh <strong>Fatwa DSN-MUI Nomor 21\/DSN-MUI\/X\/2001<\/strong> tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah.<\/p>\n<p>Fatwa ini mengatur bagaimana kontribusi peserta dikelola, bagaimana akadnya disusun, dan apa saja yang membedakannya dari asuransi konvensional.<\/p>\n<h2>Tiga akad dalam asuransi syariah<\/h2>\n<p>Ini bagian yang paling penting dipahami. Kontribusi yang kamu bayarkan tidak masuk ke satu kantong, tapi dialokasikan ke tiga pos dengan akad yang berbeda.<\/p>\n<h3>1. Akad tabarru&#8217; (dana kebajikan)<\/h3>\n<p>Ini iuran yang dikumpulkan bersama oleh seluruh peserta untuk saling menolong. Sifatnya <em>hibah<\/em>, artinya kamu merelakan dana itu untuk membantu peserta lain yang tertimpa musibah.<\/p>\n<p>Dari dana tabarru&#8217; inilah santunan dibayarkan kalau ada peserta yang meninggal dunia, terdiagnosis penyakit kritis, atau mengalami kecelakaan.<\/p>\n<p>Kalau dalam satu periode terjadi surplus (dana tabarru&#8217; terkumpul lebih besar dari total klaim yang dibayarkan), surplus itu bisa dikembalikan ke peserta, disedekahkan, atau disimpan sebagai cadangan untuk periode berikutnya.<\/p>\n<h3>2. Akad mudharabah (bagi hasil)<\/h3>\n<p>Sebagian kontribusi dialokasikan sebagai porsi nilai tunai peserta, yang kemudian diinvestasikan secara syariah (tidak masuk ke sektor yang dilarang, tidak berbasis bunga).<\/p>\n<p>Kalau ada hasil investasi, hasilnya dibagi antara peserta dan pengelola sesuai nisbah yang sudah disepakati di awal.<\/p>\n<h3>3. Akad wakalah bil ujrah (biaya pengelolaan)<\/h3>\n<p>Peserta mewakilkan pengelolaan dana kepada perusahaan asuransi, dan sebagai kompensasinya perusahaan menerima <em>ujrah<\/em> atau fee.<\/p>\n<p>Dana ini yang dipakai untuk biaya administrasi, operasional, dan pemasaran. Besarannya transparan dan disepakati di muka, bukan diambil diam-diam dari hasil investasi.<\/p>\n<h2>Apa yang membedakannya dari konvensional<\/h2>\n<p>Perbedaan mendasarnya terletak pada tiga unsur yang dalam Islam dilarang, dan yang struktur akad syariah dirancang untuk menghindarinya.<\/p>\n<h3>Gharar (ketidakpastian berlebihan)<\/h3>\n<p>Dalam asuransi konvensional, hubungannya adalah jual beli: kamu membayar premi, perusahaan menjual janji perlindungan. Kalau tidak terjadi apa-apa, uangmu menjadi milik perusahaan. Ada ketidakjelasan soal apa sebenarnya yang kamu beli.<\/p>\n<p>Dalam asuransi syariah, hubungannya bukan jual beli tapi <em>saling menanggung<\/em> antar peserta. Kamu berkontribusi ke dana bersama, dan perusahaan berperan sebagai pengelola, bukan sebagai penjual risiko.<\/p>\n<h3>Maysir (unsur judi)<\/h3>\n<p>Judi terjadi ketika ada pihak yang untung besar dari kerugian pihak lain, dengan hasil yang bergantung pada peruntungan.<\/p>\n<p>Karena dalam sistem syariah dana tabarru&#8217; adalah milik bersama peserta dan perusahaan hanya menerima ujrah tetap, unsur untung-rugi semacam ini dihilangkan.<\/p>\n<h3>Riba (bunga)<\/h3>\n<p>Dana yang dikelola diinvestasikan pada instrumen syariah yang tidak berbasis bunga. Sukuk, saham syariah, dan deposito syariah, bukan obligasi konvensional atau deposito berbunga.<\/p>\n<h2>Tapi bukankah rezeki dan musibah sudah diatur Tuhan?<\/h2>\n<p>Ini pertanyaan yang sering muncul, dan menurut saya justru pertanyaan yang bagus karena menunjukkan seseorang berpikir serius soal agamanya.<\/p>\n<p>Jawabannya: beriman tidak berarti meniadakan ikhtiar.<\/p>\n<p>Kita tetap mengunci pintu rumah meski percaya Allah yang menjaga. Kita tetap memakai sabuk pengaman meski percaya ajal di tangan-Nya. Kita tetap menyimpan bekal untuk perjalanan meski percaya rezeki sudah diatur.<\/p>\n<p>Agama justru mengajarkan persiapan dan tanggung jawab. Asuransi syariah adalah salah satu bentuk ikhtiar untuk melindungi keluarga, sekaligus (dan ini yang sering terlupa) cara untuk ikut menolong sesama peserta saat mereka tertimpa musibah.<\/p>\n<p>Waktu kamu membayar kontribusi dan tidak pernah klaim, dana tabarru&#8217;-mu tidak hilang. Dana itu dipakai untuk membantu peserta lain yang sedang berada di titik terendah hidupnya.<\/p>\n<h2>Lalu kalau tidak pernah sakit, apakah rugi?<\/h2>\n<p>Ini pertanyaan lanjutannya, dan cara pandangnya perlu digeser.<\/p>\n<p>Kalau kamu sehat sampai akhir masa polis, itu bukan kerugian. Itu keuntungan terbesar yang bisa kamu dapat.<\/p>\n<p>Analoginya seperti sabuk pengaman. Kalau sepanjang hidup kamu tidak pernah kecelakaan, apakah sabuk pengaman jadi sia-sia? Tentu tidak. Justru itu hasil terbaiknya.<\/p>\n<p>Mindset yang tepat: <strong>saya berkontribusi supaya tidak perlu memakainya. Kalau sampai dipakai, artinya saya sedang sakit atau celaka.<\/strong><\/p>\n<p>Dan dalam kerangka syariah, ada nilai tambahan: kontribusimu yang tidak terpakai justru sudah menolong orang lain. Itu bukan uang hangus, itu dana kebajikan yang bekerja.<\/p>\n<h2>Yang perlu kamu tanyakan sebelum memutuskan<\/h2>\n<p>Kalau kamu sedang mempertimbangkan proteksi syariah, ini beberapa pertanyaan yang layak diajukan ke siapapun yang menawarkannya:<\/p>\n<ul>\n<li>Berapa porsi kontribusi yang masuk ke dana tabarru&#8217;, dan berapa yang jadi ujrah pengelola?<\/li>\n<li>Bagaimana mekanisme surplus underwriting dan bagaimana pembagiannya?<\/li>\n<li>Di instrumen apa saja dana investasinya ditempatkan?<\/li>\n<li>Apakah perusahaannya punya Dewan Pengawas Syariah, dan siapa saja anggotanya?<\/li>\n<\/ul>\n<p>Konsultan yang paham akan menjawab keempatnya tanpa berputar-putar. Kalau jawabannya kabur, itu sinyal untuk bertanya lebih jauh.<\/p>\n<blockquote><p>Kalau kamu ingin memahami dulu posisi keuangan keluargamu sebelum bicara produk, coba isi checklist gratis di <a href=\"\/cek-keuangan\">proteksimu.id\/cek-keuangan<\/a>. Tidak perlu data pribadi, hasilnya langsung keluar.<\/p><\/blockquote>\n<p>Dan kalau ada pertanyaan soal akad, mekanisme, atau hal lain yang ingin kamu pastikan dulu, <a href=\"\/ngobrol-yuk\">silakan ngobrol dengan saya<\/a>. Saya lebih suka kamu paham betul sebelum memutuskan, daripada memutuskan cepat tapi ragu di kemudian hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi keluarga Muslim, memilih proteksi bukan cuma soal angka dan manfaat. Ada pertanyaan yang lebih dulu perlu dijawab: apakah ini sesuai dengan prinsip agama? Pertanyaan itu wajar, dan sayangnya sering dijawab terlalu cepat, entah dengan &#8220;halal kok&#8221; tanpa penjelasan, atau dengan &#8220;haram&#8221; tanpa membedakan jenisnya. Padahal jawabannya butuh pemahaman soal bagaimana akadnya disusun. Mari kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-28","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-syariah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Konsep Asuransi dalam Islam: Dari Aqilah Sampai Tabarru&#039; - Edukasi Proteksimu<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Asuransi syariah bukan sekadar label halal. Memahami aqilah, ta&#039;awun, dan tiga akad yang membedakannya dari asuransi konvensional.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/konsep-asuransi-dalam-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Konsep Asuransi dalam Islam: Dari Aqilah Sampai Tabarru&#039; - Edukasi Proteksimu\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Asuransi syariah bukan sekadar label halal. Memahami aqilah, ta&#039;awun, dan tiga akad yang membedakannya dari asuransi konvensional.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/konsep-asuransi-dalam-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Edukasi Proteksimu\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-07T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-15T03:42:08+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"proteksimu.\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"proteksimu.\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/konsep-asuransi-dalam-islam\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/konsep-asuransi-dalam-islam\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"proteksimu.\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3937db553bdfbf957f9527114b33a3de\"},\"headline\":\"Konsep Asuransi dalam Islam: Dari Aqilah Sampai Tabarru&#8217;\",\"datePublished\":\"2026-08-07T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-15T03:42:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/konsep-asuransi-dalam-islam\\\/\"},\"wordCount\":920,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Syariah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/konsep-asuransi-dalam-islam\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/konsep-asuransi-dalam-islam\\\/\",\"name\":\"Konsep Asuransi dalam Islam: Dari Aqilah Sampai Tabarru' - Edukasi Proteksimu\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-07T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-15T03:42:08+00:00\",\"description\":\"Asuransi syariah bukan sekadar label halal. Memahami aqilah, ta'awun, dan tiga akad yang membedakannya dari asuransi konvensional.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/konsep-asuransi-dalam-islam\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/konsep-asuransi-dalam-islam\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/konsep-asuransi-dalam-islam\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Konsep Asuransi dalam Islam: Dari Aqilah Sampai Tabarru&#8217;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Edukasi Proteksimu\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Edukasi Proteksimu\",\"url\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/logo1-1024x683.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/logo1-1024x683.png\",\"width\":1024,\"height\":683,\"caption\":\"Edukasi Proteksimu\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3937db553bdfbf957f9527114b33a3de\",\"name\":\"proteksimu.\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/eb8b66eeca42f90521ecad1881d873572b7c5192807119ba758e782644053ea2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/eb8b66eeca42f90521ecad1881d873572b7c5192807119ba758e782644053ea2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/eb8b66eeca42f90521ecad1881d873572b7c5192807119ba758e782644053ea2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"proteksimu.\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/proteksimu.id\\\/blog\\\/author\\\/proteksimu\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Konsep Asuransi dalam Islam: Dari Aqilah Sampai Tabarru' - Edukasi Proteksimu","description":"Asuransi syariah bukan sekadar label halal. Memahami aqilah, ta'awun, dan tiga akad yang membedakannya dari asuransi konvensional.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/konsep-asuransi-dalam-islam\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Konsep Asuransi dalam Islam: Dari Aqilah Sampai Tabarru' - Edukasi Proteksimu","og_description":"Asuransi syariah bukan sekadar label halal. Memahami aqilah, ta'awun, dan tiga akad yang membedakannya dari asuransi konvensional.","og_url":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/konsep-asuransi-dalam-islam\/","og_site_name":"Edukasi Proteksimu","article_published_time":"2026-08-07T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2026-08-15T03:42:08+00:00","author":"proteksimu.","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"proteksimu.","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/konsep-asuransi-dalam-islam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/konsep-asuransi-dalam-islam\/"},"author":{"name":"proteksimu.","@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/#\/schema\/person\/3937db553bdfbf957f9527114b33a3de"},"headline":"Konsep Asuransi dalam Islam: Dari Aqilah Sampai Tabarru&#8217;","datePublished":"2026-08-07T02:00:00+00:00","dateModified":"2026-08-15T03:42:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/konsep-asuransi-dalam-islam\/"},"wordCount":920,"publisher":{"@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Syariah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/konsep-asuransi-dalam-islam\/","url":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/konsep-asuransi-dalam-islam\/","name":"Konsep Asuransi dalam Islam: Dari Aqilah Sampai Tabarru' - Edukasi Proteksimu","isPartOf":{"@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-08-07T02:00:00+00:00","dateModified":"2026-08-15T03:42:08+00:00","description":"Asuransi syariah bukan sekadar label halal. Memahami aqilah, ta'awun, dan tiga akad yang membedakannya dari asuransi konvensional.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/konsep-asuransi-dalam-islam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/proteksimu.id\/blog\/konsep-asuransi-dalam-islam\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/konsep-asuransi-dalam-islam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Konsep Asuransi dalam Islam: Dari Aqilah Sampai Tabarru&#8217;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/","name":"Edukasi Proteksimu","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/#organization","name":"Edukasi Proteksimu","url":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/logo1-1024x683.png","contentUrl":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/logo1-1024x683.png","width":1024,"height":683,"caption":"Edukasi Proteksimu"},"image":{"@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/#\/schema\/person\/3937db553bdfbf957f9527114b33a3de","name":"proteksimu.","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eb8b66eeca42f90521ecad1881d873572b7c5192807119ba758e782644053ea2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eb8b66eeca42f90521ecad1881d873572b7c5192807119ba758e782644053ea2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eb8b66eeca42f90521ecad1881d873572b7c5192807119ba758e782644053ea2?s=96&d=mm&r=g","caption":"proteksimu."},"sameAs":["https:\/\/proteksimu.id\/blog"],"url":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/author\/proteksimu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29,"href":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28\/revisions\/29"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/proteksimu.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}