Home Cek Keuangan Edukasi Produk Ngobrol Yuk
Aku Hitungin Ya

Aku hitungin dulu,
kamu yang putuskan.

Proteksi keluarga itu bukan soal ditakut-takuti. Ini soal angka yang jelas: berapa yang keluargamu butuhkan, dan dari mana mulainya.

Gratis, tanpa data pribadi, hasil langsung keluar
7
/ 13 poin
Ada fondasi, tapi masih ada celah

Contoh hasil. Fondasinya sudah jalan, tinggal tutup beberapa celah yang paling berisiko.

Proteksi Kesehatan3/4
Proteksi Penghasilan1/3
Keluarga & Aset1/3
Darurat & Pendidikan2/3
AWP® Syariah
CFP® Candidate
Latar Engineering & Bisnis
Pendekatan Syariah
Kenapa Ini Penting

Ada tiga hal yang bisa membatalkan semua rencana keuanganmu.

Bayangkan membangun rumah tanpa fondasi. Satu kali gempa, langsung roboh. Begitu juga keuangan tanpa proteksi: satu musibah bisa menghabiskan tabungan dan investasi yang susah payah dikumpulkan.

Kecelakaan

Cedera fisik atau cacat mendadak yang menghentikan produktivitas. Datangnya tidak pernah pakai aba-aba.

Penyakit Kritis

Sakit jangka panjang dengan biaya pengobatan besar. Dan yang sering terlupa: penghasilan ikut berhenti selama pemulihan.

Kematian

Harta dan hutang jadi tidak bertuan, sementara keluarga kehilangan sumber nafkah utama.

Angkanya Begini

Data yang perlu kamu tahu.

13%
Kenaikan biaya kesehatan di Indonesia per tahun
Rp 500 jt
Rata-rata biaya penanganan penyakit kritis
25–30%
Kasus penyakit kritis terjadi di usia di bawah 40 tahun

Sumber: WHO Factsheets 2023, MMB Health Trends 2024

Yang bikin keluarga bangkrut bukan sakitnya, tapi 6 bulan gak ada pemasukan.

Biaya yang hari ini Rp 100 juta, dalam 5 tahun bisa jadi hampir Rp 185 juta. Dan BPJS, meskipun sangat membantu, punya batasan: antrian panjang, pembatasan obat, pembatasan kamar. Yang paling penting, BPJS tidak menggantikan penghasilan yang hilang selama kamu sakit.

Segitiga Proteksi Keluarga
Framework

Segitiga Proteksi Keluarga

Proteksi keluarga bukan cuma satu jenis asuransi. Ada tiga pilar yang saling melengkapi, disusun dari yang paling sering terjadi di dasar, sampai yang jarang tapi dampaknya besar di puncak.

Pilar 1 · Paling Dasar

Proteksi Cashflow

Menanggung biaya rumah sakit, operasi, dan rawat inap. Uangnya dibayarkan langsung ke rumah sakit, jadi tabunganmu tidak terkuras.

Pilar 2 · Paling Sering Terlewat

Proteksi Penghasilan

Menggantikan pendapatan yang hilang saat pencari nafkah tidak bisa bekerja karena sakit kritis. Uangnya masuk ke rekening pribadi, bukan ke rumah sakit.

Pilar 3 · Jarang, Tapi Fatal

Proteksi Keluarga & Aset

Menjamin cicilan, utang, dan aset keluarga tetap aman jika pencari nafkah berpulang. Keluarga tidak perlu menjual rumah atau berhutang.

Yang Bisa Aku Bantu

Proteksi untuk setiap tahap hidup.

Proteksi Kesehatan

Menutup biaya rumah sakit tanpa harus mencairkan tabungan atau investasi.

Proteksi Penghasilan

Memastikan dapur tetap ngebul saat kamu harus berhenti kerja untuk pulih.

Dana Pendidikan Anak

Menyiapkan biaya sekolah lebih awal, supaya tidak jadi beban mendadak nanti.

Warisan & Pensiun

Merancang masa purna kerja yang tenang dan warisan yang tertata sesuai syariat.

Cara Kerjaku

Konsultan, bukan sales.

Angka dulu, produk belakangan

Setiap saran dimulai dari gambaran keuangan yang jelas. Bukan tebakan, dan bukan tekanan untuk segera membeli.

Jujur soal yang tidak ditanggung

Aku akan jelaskan apa yang TIDAK di-cover, bukan cuma yang di-cover. Termasuk masa tunggu dan pengecualian polis.

Pendamping jangka panjang

Hubungan tidak berhenti setelah polis disetujui. Kebutuhan proteksi berubah seiring hidupmu berubah, dan aku tetap ada.

Perjalanan
2014
Ayah berpulang. Tidak ada asuransi, keluarga harus meminjam untuk biaya rumah sakit.
2015
Lulus S1 Teknik Kimia
2016 – 2018
Process engineer, merancang sistem pengolahan air industri
2018
Mendirikan dan menjalankan perusahaan sendiri
2020
Ibu berpulang. Mulai belajar perencanaan keuangan secara serius.
Sekarang
Konsultan proteksi keluarga, tersertifikasi AWP® Syariah
Kenapa Aku Ngerjain Ini

Aku belajar soal proteksi keluarga dari kehilangan.

Tahun 2014 ayahku meninggal karena sirosis hati. Aku masih semester 5. Biaya rumah sakitnya besar, dan keluarga harus meminjam uang untuk menutupinya. Tidak ada asuransi, tidak ada rencana cadangan.

Enam tahun kemudian ibuku juga berpulang karena diabetes. Kali ini aku sudah punya penghasilan sendiri, tapi pengalaman mengurus beliau dengan segala keterbatasan BPJS membuka mataku soal celah besar yang jarang dibicarakan.

Latar belakangku bukan dari dunia keuangan. Aku lulusan Teknik Kimia. Pengalamanku sebagai process engineer yang merancang sistem pengolahan air dan juga sebagai business owner, terbiasa berpikir dalam angka, sistem, dan kalkulasi risiko. Waktu mulai belajar proteksi keluarga di 2020, semuanya klik. Ini pada dasarnya manajemen risiko, hal yang sudah lama aku kerjakan, hanya saja sekarang untuk melindungi orang-orang yang paling penting dalam hidup.

Aku nulis dan ngerjain ini untuk membagikan apa yang aku harap keluargaku tau 30 tahun lalu.

Mulai dari satu percakapan.

Kamu gak harus langsung ambil keputusan hari ini. Tapi kalau mau mulai ngobrol santai soal rencana keuangan keluargamu, aku siap dengerin.

Cek Cepat

Coba cek dulu, gratis.

Empat alat bantu sederhana untuk melihat posisi keuangan keluargamu hari ini. Tidak perlu isi data pribadi, hasilnya keluar langsung di layar. Anggap ini gambaran awal, detailnya bisa kita bahas nanti.

Isi alokasi pengeluaranmu, lalu lihat bagaimana penyesuaian kecil bisa melindungi seluruh penghasilanmu.

Alokasi Pengeluaran
Kebutuhan Pokok %
Keinginan / Gaya Hidup %
Tabungan / Investasi %
Lainnya %
Total: 100%
Coba Sisihkan untuk Proteksi
Sisihkan % dari
Alokasi Saat Ini
100%
penghasilan bisa hilang seketika kalau pencari nafkah sakit kritis dan tidak bisa bekerja.
5%
disisihkan dari pos yang kamu pilih, dan seluruh penghasilanmu tetap terlindungi.
Bukan soal ada atau tidaknya budget, tapi soal prioritas melindungi yang kita cintai.

Tools ini hanya simulasi edukasi, bukan nasihat keuangan resmi.

Isi pengeluaran bulananmu. Rumusnya pakai metode income replacement: berapa lama keluarga perlu bertahan kalau pencari nafkah tidak bisa bekerja. Estimasi saja sudah cukup, tidak perlu tepat.

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Total pengeluaran per bulan
Rp 0
Estimasi Kebutuhan Proteksi
Rp 0
untuk bertahan 5 tahun
Pengeluaran / bulanRp 0
Dikali 12 bulanRp 0
Dikali 5 tahunRp 0

Angka 5 tahun adalah estimasi waktu yang dibutuhkan keluarga untuk beradaptasi secara finansial. Tahun 1–2 fokus pengobatan, tahun 3–4 pemulihan, tahun ke-5 mulai kembali bekerja bertahap.

Catatan: angka ini belum termasuk pelunasan sisa KPR, dana pendidikan anak ke depan, dan dana darurat.

Simulasi edukasi berdasarkan metode income replacement. Angka final perlu disesuaikan dengan kondisi tiap keluarga.

Kebanyakan orang mikir asuransi jiwa itu "uang sekali terima lalu habis." Padahal kalau dihitung dengan benar, uang pertanggungan (UP) bisa jadi sumber penghasilan tetap untuk keluarga yang ditinggalkan. Caranya: UP dimasukkan ke obligasi pemerintah (SBN, ORI, Sukuk Ritel). Keluarga menerima kupon setiap bulan tanpa menyentuh pokok.

Berapa UP Supaya Keluarga Tetap "Digaji"?

Rp
%
Kenapa obligasi pemerintah?
Obligasi pemerintah (SBN, ORI, Sukuk Ritel) adalah instrumen paling aman karena dijamin negara. Kuponnya dibayar rutin setiap bulan atau setiap 3 bulan. Cocok untuk keluarga yang butuh penghasilan tetap tanpa harus mengelola investasi yang rumit.
Catatan pajak:
Kupon obligasi dipotong pajak 20% oleh pemerintah. Jadi kalau kupon bruto 6%, yang diterima keluarga efektif 4,8% per tahun. Hitungan di samping sudah memperhitungkan potongan ini.
UP Asuransi Jiwa yang Dibutuhkan
Rp 0
supaya keluarga tetap "digaji" setiap bulan
Kebutuhan / bulanRp 0
Kebutuhan / tahunRp 0
Kupon bruto6%
Pajak kupon20%
Kupon neto (efektif)4,8%
SIMULASI PENDAPATAN KELUARGA
Kupon per bulan (neto) Rp 0
Keluarga menerima ini setiap bulan dari kupon obligasi, tanpa menyentuh pokok UP.

Pokok UP tetap utuh di obligasi dan bisa menjadi warisan tambahan. Jika dibutuhkan, sebagian pokok juga bisa dicairkan sewaktu-waktu.

Simulasi edukasi. Kupon obligasi bisa berubah sesuai kondisi pasar. Angka final perlu disesuaikan dengan kondisi tiap keluarga.

Centang yang sudah kamu penuhi. Tidak ada jawaban benar atau salah, ini alat bantu untuk melihat gambaran besar.

Proteksi Kesehatan
Proteksi Penghasilan
Proteksi Keluarga & Aset
Dana Darurat & Pendidikan
0
/ 13 poin
Mulai centang di samping

Hasilnya akan muncul otomatis begitu kamu mulai mencentang.

Kesehatan0/4
Penghasilan0/3
Keluarga & Aset0/3
Darurat & Pendidikan0/3

Checklist ini alat bantu edukasi, bukan penilaian resmi kondisi keuangan.

Mulai dari satu percakapan.

Kamu gak harus langsung ambil keputusan hari ini. Tapi kalau mau mulai ngobrol santai soal rencana keuangan keluargamu, aku siap dengerin.

Solusi Proteksi

Temukan yang paling sesuai dengan kondisimu.

Setiap tahap hidup punya kebutuhan proteksi yang berbeda. Pilih yang paling menggambarkan kondisimu sekarang, dan kita mulai dari situ.

Untuk Kamu yang

Single & Pasangan Baru

Mulai proteksi di usia muda artinya kontribusi paling ringan, seleksi kesehatan paling mudah, dan pengecualian paling sedikit. Waktu terbaik mendaftar proteksi adalah saat kamu merasa belum membutuhkannya.

  • Proteksi kesehatan pribadi (rawat inap & rawat jalan)
  • Proteksi penyakit kritis sejak dini
  • Fondasi keuangan sebelum berkeluarga
Untuk Pencari Nafkah

Proteksi Penghasilan Keluarga

Yang bikin keluarga bangkrut bukan biaya rumah sakitnya, tapi 6-12 bulan tanpa pemasukan. Proteksi ini menggantikan penghasilan yang hilang saat kamu tidak bisa bekerja karena sakit berat. Uangnya masuk ke rekeningmu, bukan ke rumah sakit.

  • Income replacement saat sakit kritis
  • Santunan langsung ke rekening pribadi
  • Keluarga tetap bisa bayar tagihan selama pemulihan
Untuk Orang Tua

Dana Pendidikan Anak

Biaya pendidikan TK sampai S1 untuk 1 anak bisa mencapai Rp 1,7 miliar dengan inflasi pendidikan 10-15% per tahun. Menabung biasa tidak cukup mengimbangi laju kenaikannya. Perlu instrumen yang tepat, dan dimulai sekarang.

  • Perencanaan bertahap dari TK sampai kuliah
  • Instrumen yang mengalahkan inflasi pendidikan
  • Dana tetap berjalan walau pencari nafkah berhalangan
Untuk Si Kecil

Proteksi Kesehatan Anak

Anak-anak rentan sakit dan butuh penanganan cepat. BPJS membantu, tapi ada keterbatasan di pilihan RS, waktu tunggu, dan kelas kamar. Proteksi kesehatan khusus anak memastikan si kecil dapat perawatan terbaik tanpa orang tua panik soal biaya.

  • Rawat inap dan rawat jalan tanpa antrian panjang
  • Proteksi penyakit kritis anak
  • Pilihan rumah sakit dan dokter lebih leluasa
Untuk Masa Depan

Dana Pensiun

Pensiun bukan berarti berhenti butuh penghasilan. Biaya hidup tetap jalan, tapi gaji berhenti. Semakin awal kamu memulai, semakin ringan kontribusinya dan semakin besar hasilnya nanti. Jangan tunggu sampai usia 50 untuk mulai memikirkan ini.

  • Membangun dana pensiun secara bertahap
  • Penghasilan pasif di masa tidak produktif
  • Tidak menjadi beban anak di hari tua
Untuk Pemilik Bisnis

Proteksi Pemilik Usaha

Kalau pendiri atau orang kunci di bisnis meninggal atau sakit berat, operasional bisa terhenti. Key person protection memastikan bisnis tetap jalan selama masa transisi, dan keluarga tidak harus menjual usaha untuk menutupi kebutuhan mendesak.

  • Proteksi orang kunci di perusahaan
  • Kelangsungan bisnis selama masa transisi
  • Aset usaha tidak perlu dijual buru-buru
Untuk Keluarga Muslim

Warisan & Wakaf

Dalam Islam, harta wajib dibagi sesuai faraid. Prosesnya bisa berbulan-bulan, apalagi kalau asetnya berupa properti atau usaha. Proteksi jiwa bisa berperan sebagai instrumen hibah: dana cair langsung ke keluarga tanpa menunggu proses waris, bebas pajak, dan tidak bisa disita.

  • Distribusi aset sesuai syariat Islam
  • Dana hibah cair langsung tanpa proses faraid
  • Instrumen wakaf produktif untuk amal jariyah
Budget Terbatas, Beban Ganda

Proteksi untuk Sandwich Generation

Menanggung keluarga inti sekaligus orang tua. Beban ganda, risiko ganda, tapi budget terbatas. Solusinya: fokus pada proteksi murni yang mengutamakan perlindungan maksimal, bukan fitur investasi. Supaya UP bisa sebesar-besarnya dengan kontribusi seringan-ringannya.

  • Perlindungan optimal dengan kontribusi minimal
  • Prioritas proteksi murni, bukan unit link
  • Memutus rantai sandwich untuk generasi berikutnya
Materi Belajar Mandiri

Mau baca-baca dulu? Boleh.

Kalau kamu tipe yang suka pahami dulu sebelum ngobrol, e-book ini bisa jadi langkah pertama. Disusun tanpa promosi merek apapun.

Panduan Proteksi Keluarga

E-book lengkap untuk pasangan muda. Piramida perencanaan keuangan, Segitiga Proteksi, konsep asuransi dalam Islam, cara hitung santunan, dan worksheet yang bisa diisi.

Rp 49.000 Rp 99.000
Dapatkan E-book

5 Tanda Belum Terlindungi

Checklist singkat gratis. Dibaca 10 menit, langsung tahu posisimu ada di mana. Cocok sebagai langkah pertama sebelum ngobrol.

Gratis
Unduh Gratis

Belum tahu mulai dari mana? Gak masalah. Ngobrol dulu aja, gratis.

Mulai dari satu percakapan.

Kamu gak harus langsung ambil keputusan hari ini. Tapi kalau mau mulai ngobrol santai soal rencana keuangan keluargamu, aku siap dengerin.

Ngobrol Gratis

Mulai dengan percakapan singkat.

Tidak ada tekanan, tidak ada presentasi produk di pertemuan pertama. Kita cuma bicara soal posisi keuanganmu sekarang, dan apa yang paling masuk akal untuk dibereskan duluan.

1

Isi form singkat

Datanya cuma dipakai supaya aku bisa siapkan hitungan yang relevan sebelum kita ngobrol. Usia dan status kesehatan memengaruhi angka, jadi lebih baik tahu di awal.

2

Ngobrol 30 menit

Bisa lewat WhatsApp, telepon, atau video call. Kita bahas kondisimu sekarang dan aku tunjukkan celah mana yang paling berisiko.

3

Kamu yang putuskan

Kamu akan dapat gambaran lengkap: apa yang sudah aman, apa yang perlu ditambah, dan berapa biayanya. Mau lanjut atau tidak, sepenuhnya keputusanmu.

Jadwalkan Ngobrol

Aku hubungi kamu lewat WhatsApp untuk atur waktu yang pas.

Data kamu hanya dipakai untuk keperluan konsultasi dan tidak dibagikan ke pihak manapun. Konsultasi ini gratis dan tanpa kewajiban membeli apapun.