Category: Syariah

  • Kalau Tidak Pernah Klaim, Ke Mana Uang Kontribusiku Pergi?

    Ini pertanyaan yang hampir selalu muncul, dan wajar sekali ditanyakan: “Kalau saya bayar kontribusi bertahun-tahun tapi tidak pernah klaim, uang saya ke mana?” Di asuransi konvensional, jawabannya cukup sederhana: uang itu menjadi milik perusahaan, karena hubungannya adalah jual beli. Kamu membeli janji perlindungan, dan perusahaan menjualnya. Di asuransi syariah, jawabannya berbeda. Dan perbedaan ini yang…

  • Wakaf Produktif Lewat Asuransi: Amal Jariyah yang Terus Mengalir

    Ada satu amalan yang pahalanya terus mengalir meski orangnya sudah tiada: sedekah jariyah. Dan salah satu bentuk sedekah jariyah yang paling dikenal adalah wakaf. Masalahnya, wakaf sering terasa seperti amalan untuk orang kaya. Untuk mewakafkan tanah, membangun masjid, atau mendirikan sekolah, dibutuhkan aset besar yang tidak dimiliki kebanyakan keluarga muda. Padahal ada cara lain yang…

  • Asuransi Jiwa Bukan Warisan, Tapi Hibah yang Menjaga Proses Waris Berjalan Tenang

    Ada satu hal soal asuransi jiwa yang jarang dijelaskan, padahal justru paling relevan untuk keluarga Muslim: uang pertanggungan asuransi jiwa bukan termasuk harta warisan. Statusnya adalah hibah, yaitu pemberian dari perusahaan kepada penerima manfaat yang sudah ditunjuk di dalam polis. Perbedaan status ini punya konsekuensi praktis yang besar, terutama di saat keluarga sedang berduka dan…

  • Konsep Asuransi dalam Islam: Dari Aqilah Sampai Tabarru’

    Bagi keluarga Muslim, memilih proteksi bukan cuma soal angka dan manfaat. Ada pertanyaan yang lebih dulu perlu dijawab: apakah ini sesuai dengan prinsip agama? Pertanyaan itu wajar, dan sayangnya sering dijawab terlalu cepat, entah dengan “halal kok” tanpa penjelasan, atau dengan “haram” tanpa membedakan jenisnya. Padahal jawabannya butuh pemahaman soal bagaimana akadnya disusun. Mari kita…