Author: proteksimu.

  • Kalau Tidak Pernah Klaim, Ke Mana Uang Kontribusiku Pergi?

    Ini pertanyaan yang hampir selalu muncul, dan wajar sekali ditanyakan: “Kalau saya bayar kontribusi bertahun-tahun tapi tidak pernah klaim, uang saya ke mana?” Di asuransi konvensional, jawabannya cukup sederhana: uang itu menjadi milik perusahaan, karena hubungannya adalah jual beli. Kamu membeli janji perlindungan, dan perusahaan menjualnya. Di asuransi syariah, jawabannya berbeda. Dan perbedaan ini yang…

  • Cacat Tetap dan Total: Risiko Ketiga yang Paling Sering Dilupakan

    Waktu orang bicara soal risiko kehidupan, biasanya yang terbayang cuma dua: meninggal dunia dan sakit berat. Padahal ada risiko ketiga yang jarang dibicarakan, dan secara finansial seringkali paling berat: cacat tetap dan total. Kenapa paling berat? Karena ini satu-satunya skenario di mana penghasilan berhenti permanen sementara pengeluaran justru bertambah, dan berlangsung selama sisa hidup. Tiga…

  • Pensiun Bukan Berarti Berhenti Butuh Penghasilan

    Kalau kamu berusia 25 sampai 40 tahun, pensiun mungkin terasa seperti urusan yang masih sangat jauh. Ada banyak hal yang lebih mendesak: cicilan rumah, biaya sekolah anak, mungkin juga menopang orang tua. Tapi ada satu kenyataan sederhana yang perlu diletakkan di depan sejak awal: Saat pensiun, gaji berhenti. Biaya hidup tidak. Kamu tetap makan, tetap…

  • Penyakit Kritis Makin Menyerang Usia Muda: Apa yang Perlu Kamu Tahu

    Ada pergeseran yang sedang terjadi di Indonesia, dan datanya cukup konsisten: penyakit kritis semakin banyak menyerang kelompok usia yang lebih muda. Dulu kanker, stroke, dan serangan jantung dianggap penyakit orang tua. Sekarang tidak lagi sepenuhnya begitu. Sekitar 25 sampai 30 persen kasus penyakit kritis di Indonesia terjadi pada usia di bawah 40 tahun. Angka itu…

  • Ibu Rumah Tangga Tidak Punya Gaji, Tapi Punya Nilai Ekonomi. Berapa?

    Ada satu anggota keluarga yang hampir selalu terlewat dalam perencanaan proteksi: ibu rumah tangga. Logikanya terdengar masuk akal. Proteksi penghasilan diberikan kepada yang punya penghasilan. Kalau tidak ada gaji yang hilang, tidak ada yang perlu diganti. Tapi coba ikuti satu latihan sederhana ini, dan kesimpulannya mungkin berubah. Latihan: hitung biaya penggantinya Bayangkan seorang ibu rumah…

  • Wakaf Produktif Lewat Asuransi: Amal Jariyah yang Terus Mengalir

    Ada satu amalan yang pahalanya terus mengalir meski orangnya sudah tiada: sedekah jariyah. Dan salah satu bentuk sedekah jariyah yang paling dikenal adalah wakaf. Masalahnya, wakaf sering terasa seperti amalan untuk orang kaya. Untuk mewakafkan tanah, membangun masjid, atau mendirikan sekolah, dibutuhkan aset besar yang tidak dimiliki kebanyakan keluarga muda. Padahal ada cara lain yang…

  • Single dan Belum 30? Justru Ini Waktu Terbaik Mulai Proteksi

    Kalau kamu masih single atau baru menikah dan belum punya anak, ada kemungkinan besar proteksi belum masuk daftar prioritasmu. Dan itu masuk akal. Belum ada yang bergantung pada penghasilanmu. Kamu masih sehat. Ada banyak hal lain yang terasa lebih mendesak: kumpulkan modal usaha, dana menikah, uang muka rumah, atau sekadar menikmati hasil kerja sendiri setelah…

  • Pemilik Usaha: Kalau Kamu Berhenti, Bisnismu Juga Berhenti?

    Kalau kamu punya usaha, coba jawab satu pertanyaan ini dengan jujur: Kalau kamu tidak bisa bekerja selama enam bulan mulai besok, apa yang terjadi pada bisnismu? Untuk sebagian besar pemilik usaha kecil dan menengah di Indonesia, jawabannya tidak menyenangkan. Bukan karena bisnisnya lemah, tapi karena struktur bisnisnya memang sangat bergantung pada satu orang. Kenapa pengusaha…

  • Masa Tunggu dan Pre-Existing Condition: Kenapa Daftar Asuransi Harus Saat Sehat

    Ada satu skenario yang berulang kali saya dengar, dan selalu berakhir dengan cara yang sama. Seseorang mulai merasakan keluhan. Mungkin benjolan kecil, mungkin nyeri yang tidak kunjung hilang, mungkin hasil cek darah yang mencurigakan. Lalu dia berpikir, “sebaiknya saya daftar asuransi dulu sebelum periksa lebih lanjut.” Niatnya bisa dipahami. Tapi strategi ini hampir selalu gagal,…

  • Biaya Pendidikan TK Sampai S1: Rp 1,7 Miliar per Anak, dan Kenapa Nabung Biasa Tidak Cukup

    Kalau kamu punya anak yang sekarang berusia dua tahun, dan kamu berencana menyekolahkannya di sekolah swasta menengah di kota besar sampai lulus S1, total biaya yang perlu kamu siapkan adalah sekitar Rp 1,7 miliar. Untuk satu anak. Angka ini biasanya memicu dua reaksi. Yang pertama, tidak percaya. Yang kedua, langsung merasa mustahil dan memilih tidak…